Tuesday , June 25 2019
Home / Insight / To Be Trusted

To Be Trusted

Ibarat kita memilih pasangan hidup, suami dan istri, maka sesungguhnya kita sedang mencari dan memutuskan apakah si dia bisa dipercaya, menjaga dan menyayangi hingga maut memisahkan.

Begitu juga dalam kita bermasyarakat, bekerja atau menggunakan suatu barang pun semua dilandaskan atas kepercayaan. Anda dipercaya sebagai seorang atasan, Anda dipercaya sebagai seorang teman, atau Anda menggunakan iPhone karena percaya pada kemoderan-nya.

Ternyata kepercayaan sangay berperan penting di hampir seluruh kehidupan kita. Lalu, bagaimana agar kita benar-benar menjadi orang yang bisa dipercaya?

– Percaya Diri

Kepercayaan diri bukan saja dinilai dari penampilan luar, entah itu pakaian, gaya rambut, tata rias atau gaya bicara. semua itu adalah faktor yang akan mendukung Anda lebih percaya diri. Kepercayaan diri yang sesungguhnya adalah Anda percaya, Anda adalah seorang yang baik hati, atau percaya bahwa secara pribadi Anda termasuk orang yang ramah atau menyenangkan, atau mudah bergaul, atau percaya bahwa Anda memiliki pengetahuan yang cukup sehingga tak minder jika berbicara atau bertukar pikiran dengan orang lain, atau percaya bahwa Anda adalah pribadi yang selalu positif. Cara pandang kita kepada diri sendiri akan lebih banyak menentukan seberapa banyak kepercayaan diri kita.

–  Bertanggug Jawab

Bertanggung jawab bukan hanya berarti berani menerima risiko jika gagal atau melakukan kesalahan saja, tapi bertanggung jawab menuntaskan pekerjaan atau apapun yang sedang kita lakukan hingga benar-benar selesai. Kita mampu menggunakan dan membuktikan seluruh sumber daya yang digunakan memang sudah optimal. Pun saat orang mengkritik kita atas apa yang telah kita lakukan, baik itu salah atau benar, kita tetap menerima tanpa menyalahkan keadaan atau orang lain. Percaya deh, baik kita berkarya ataupun tidur saja, orang lain tetap akan berkomentar. So, do the right things right and take the responsibility.

– Jujur, Please..!

Adakah dari kita bisa menjamin bahwa semua yang kita lakukan 100% jujur? Jawabnya pasti tidak ada. Tapi jujur adalah syarat mutlak jika kita ingin dipercaya. Jujur saat Anda bekerja, jujur saat Anda melayani, entah nasabah atau bahkan orang tua, jujur saat Anda memberikan keterangan atau penjelasan, jujur saat Anda harus mengatakan keadaan yang tidak sebagaimana mestinya. Percayalah, kejujuran untuk waktu yang sangat lama dan konsisten akan sangat membantu membentuk dan menjaga reputasi Anda. Tentu Anda lebih senang dikenal sebagai pribadi yang jujur daripada pribadi yang menghalalkan segala cara bukan?

– Jangan Bergosip

Keep your words, please…
Berempatilah pada teman atau siapapun yang sedang curhat dengan Anda saat ini. Ingat, mereka mungkin sedang menceritakan kesulitan, keraguan, kesedihan atau apapun yang sifatnya confidential kepada Anda, mengapa? karena mereka percaya pada Anda. Jangan jadikan cerita teman Anda sebagai bahan olokan atau gosip paling terkini di kantor. Bayangkan saja jika itu yang menimpa Anda, tentu sakit bukan. Jangan pula punya pikiran, siapa suruh curhat, itu kurang bijaksana. Jika ingin dipercaya so jaga juga kepercayaan relasi kita.

– Tepat Janji

Anda pasti kesal jika seorang teman menjanjikan membantu Anda tapi seiring waktu mereka menghindar dengan segudang alasan. Anda juga pasti dongkol jika seorang teman berjanji membeli produk Anda tapi begitu ditagih jawabnya tak punya uang. semakin Anda tak tepat janji, semakin Anda dikenal sebagai si pemberi harapan palsu. Dampaknya sungguh mengerikan, karena Anda tak mungkin dipercaya mengerjakan sesuatu hingga selesai, Anda sulit dipercaya untuk berkarir yang lebih tinggi, dan lambat laun Anda jadi sulit menambah networking. Tepati pula janji yang Anda buat untuk diri sendiri, misalnya Anda janji tidur setiap malam paling lambat pukul sepuluh. Komitmen itu penting, seberapapun sederhananya. Komitmen membuktikan kita punya integritas dan bisa diandalkan.

“Remind Yourself At All Times, That Being Trusworthy is a Valuable Asset for Your Life and The Lives of The People You Care About“ 

by : Ina Lestari

About admin

Check Also

Raih Target Market dengan Pendekatan Multi Generasi pada Bisnis Travel

Raih target market dengan pendekatan multi generasi pada bisis travel.

Mengetahui siapa target market Anda sangat penting dalam sebuah keberhasilan proses marketing dan sales. Setiap generasi memiliki cara pendekatan yang berbeda agar mereka yang awalnya adalah strangers kemudian bisa Anda konversi menjadi customer atau bahkan promoters bisnis Anda.

Anda mungkin pernah mendengar istilag generasi boomers, generas X dan generasi millenial. Generasi boomers adalah generasi yang lahir antara tahun 1946 sampai dengan 1964, sedangkan generasi X adalah generasi yang lahir antara tahun 1965 sampai dengan 1980. Generasi yang lahir setelah tahun 1980 disebut generasi millennial.

Generasi yang lebih tua biasanya lebih suka datang langsung untuk berbelanja di toko atau perusahaan Anda, sedangkan generasi pertengahan (Gen-X) lebih tech savy dan kalau berbelanja lebih memilih untuk berbelanja lewat website. Generasi millenial sudah lebih familiar berbelanja secara online. Malah sebelum berbelanja, mereka akan membandingkan dan bertanya terlebih dahulu terhadap produk yang ingin dia beli di media sosial atau situs review.

Bagaimana pendekatan pada masing-masing generasi untuk Anda yang memiliki bisnis travel? Berikut ulasannya:

Generasi Boomers

Generasi Boomers adalah orang yang memiliki ciri-ciri berikit ketika memutuskan untuk berbelanja:

  • Loyal terhadap sebuah brand
  • Ingin dilayani secara personal dan memerlukan interaksi dengan manusia
  • Lebih menghargai nilai

Untuk meraih daya beli pasar generasi boomers, Anda harus membuat mereka merasa nyaman dan percaya diri dalam membuat keputusan dalam membeli. Pendekatan dan komunikasi secara personal perlu Anda lakukan. Sebagian besar generasi boomers sudah mengetahui apa yang mereka inginkan dan biasanya jika mereka sudah merasa nyaman dengan Anda, mereka akan sangat mudah untuk loyal kepada brand Anda.

Jika Anda memiliki hotel dengan target market generasi boomers, beberapa dari mereka biasanya masih bepergian dalam rangka bisnis, walaupun ada juga yang travelling untuk rekreasi karena mungkin mendapatkan laba dari bisnisnya.

Generasi X

Ciri-ciri dari generasi X adalah sebagai berikut:

  • Lebih terbiasa menggunakan teknologi
  • Bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja
  • Lebih sosial

Generasi X lebih suka berbelanja melalui website dari brand yang mereka sudah kenal. Jika Anda adalah salah satu orang yang termasuk dari generasi X dan ingin membeli tiket pesawat, apakah Anda akan memilih untuk datang ke kantor travel agent langganan Anda atau cukup memesannya melalui website atau email?

Saya yakin Anda memilih memesan melalui website, meskipun Anda masih memerlukan pendekatan secara personal dengan bertanya beberapa hal detail, tetapi Anda sudah menggunakan teknologi untuk melakukan hal itu.

Generasi X lebih banyak mengalokasikan uangnya untuk traveling daripada generasi boomers. Apalagi mereka yang sedang mendapatkan bonus tahunan atau laba besar dalam bisnisnya. Dalam bekerja, generasi X lebih menyukai ruang-ruang sosial daripada bekerja sendiri dalam ruang kerja. Mereka lebih memilih untuk bekerja di cafe, restaurant, lounge dan tempat-tempat lain yang memungkinkan adanya ruang untuk bersosialisasi.

Untuk mendapatkan target market dari generasi X, Anda harus melengkapi website Anda dengan sistem booking yang memudahkan kelompok generasi X cepat dalam membuat keputusan karena mereka lebih menghargai efisiensi. Selanjutnya pastikan bahwa bisnis Anda memiliki ruang untuk bersosialisasi untuk mereka. Cafe, bar, lounge dan restoran adalah tempat yang sangat tepat untuk leisure travellers. Ingat, efisiensi adalah top priority mereka.

Generasi Millenial

  • Sangat familiar dengan teknologi
  • Lebih sabar dan independent
  • Melakukan research sebelum memutuskan
  • Free Wi-Fi Access

Mereka yang termasuk generasi ini biasanya akan lebih sabar dan sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu mereka akan melakukan research di internet terlebih dahulu. Mereka akan melakukan perbandingan dari berbagai macam pilihan opsi yang ada internet. Mereka adalah kelompok yang tidak terlalu royal dengan brand, tetapi sangat mudah merekomendasikan sebuah brand melalui media sosial jika mereka sudah sangat menyukainya. Jika ingin booking hotel atau tiket pesawat, mereka lebih suka melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Mereka tidak suka bertanya-tanya dulu sebelum membeli. Tetapi mereka lebih suka melakukan research dan melihat review terhadap sesuatu yang mereka inginkan.

Dalam beberapa tahun ke depan, generasi millenial inilah yang akan banyak. Untuk itu Anda harus sudah mulai memikirkan langkah-langkah apa yang seharusnya Anda tentukan agar bisnis Anda tidak kehilangan oppurtunity. Reputasi dan media sosial adalah kunsi Anda jika Anda ingin menargetkan generasi millenial.

Termasuk generasi yang manakah Anda? Saya adalah salah satu generasi millenial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *