Friday , March 22 2019
Home / Start Up / Reynazran Royono – Snapcart Aplikasi Pemasaran Dengan Ide Unik

Reynazran Royono – Snapcart Aplikasi Pemasaran Dengan Ide Unik

“Sejak masa pra rilis hingga resmi dirilis, Snapcart diunduh hingga 12,000 tanpa ada kampanye marketing apapun, saat ini terdapat lebih dari 85,000 pengguna aktif setiap bulannya “

Ketika detik.com di akuisisi Transcrp dengan nominal yang kabarnya mencapai US$60 Juta atau Rp 500 Milyar pada tahun 2011 lalu, banyak yang kaget dengan berita tersebut. Bagaimana konten lokal yang di motori oleh sejumlah wartawan ini mampu menggebrak industri digital yang saat itu baru mulai bersemi. Apa yang terjadi pada detik.com rupanya awal dari bubble start up potensial di  Indonesia.

Mulai dar Tokopedia, Bukalapak, Sribu dan sejumlah start up lainnya bermunculan dan mendapatkan pendanaan dari berbagai investor. Bahkan gelontoran dana itu bukan hanya berasal dari dalam negeri, tapi justru dari luar negeri yang lebih dominan. Dan tidak sedikit dari sejumlah lembaga keuangan besar yang telah memiliki nama dan reputasi mentereng berperan sebagai angel investor. Dan pada tanggal 5 Januari 2016 lalu, satu lagi start up Indonesia mendapat atensi internasional. Aplikasi mobile asal Indonesia berlabel Snapcart memperoleh pendanaan pre-series A yang mencapai nominal US$1,675,000 dolar. Sejumlah patisipan dalam pendanaan ini adalah Wavemaker Partners, SPH Media Fund, SMDV dan Ardent Capital.

Bukan tanpa alasan sejumalh investor menaruh minat yang besar pada aplikasi ini, sejak diluncurkan pada 2 September 2015 lalu, traksi Snapcart telah bertumbuh cepat hingga lebih dari 150.000 download dan lebih dari 85.000 pengguna aktif bulanan.

Bagi Reynazran Royono, CEO dan pendiri Snapcart, ini adalah keberhasilan awal bagi rencana Snapcart kedepan. “saya percaya kami bisa mendapatkan kepercayaan dari para investor karena keberhasilan awal kami dalam menggandeng dua brand FMCG besar di Indonesia, Nestle dan L’Oreal,” ungkapnya. Bahkan traksi yang tinggi tersebut diperoleh tanpa kampanye marketing apapun. “Traksi yang kami dapatkan sejak masa pra rilis hingga resmi dirilis juga menakjubkan dengan 12.000 pengunduhan aplikasi. Dalam waktu yang relatif singkat kami juga berhasil bekerja sama dengan lebih dari 35 brand, termasuk brand dari Procter & Gamble dan Unilever,”ujar pemuda yang akrab dipanggil Rey ini.

Hal ini juga diakui oleh Paul Santos dari Wavemaker Partners, “ kemampuan untuk melakukan targeted engagements dan juga potensial big data, menjadikan Snapcart sebagai sebuah platform B2B yang unik di Asia Tenggara. Traksi yang didapat dari brand dan pengguna sangat menunjukkan kepada kami betapa besarnya potensi lekatnya layanan ini bagi konsumen di Indonesia, dan karena itu tidak ternilai harganya bagi brand offline dan retailer yang memanfaatkan teknologi mobile.”

Ekspansi Pasar & Layanan Baru
Rencananya, dengan dana sebesar ini, Snapcart akan menggunakannya untuk membangun produk-produk baru; termasuk fitur video engagements dan perangkat dashboard analitik. Fitur-fitur ini akan mengakomodasi brand dengan platform yang mereka butuhkan untuk melihat perilaku konsumen mereka secara real-time, serta membantu brand untuk memformulasikan rencana marketing mereka selanjutnya. Sebagai tambahan, Snapcart juga berencana untuk melakukan ekspansi ke setidaknya dua pasar lain di Asia Tenggara, dimulai dengan Filipina pada awal tahun 2016.

Selain itu, proffesional Mayeth Condicion, mantan direktur riset Procter & Gamble juga turut bergabung dengan Snapcart sebagai Chief Data officer and Co-Founder. Dengan pengalamannya yang ekstensif selama 17 tahun di bidang analitik dan wawasan konsumen di Asia, Mayeth akan memperkuat layanan untuk klien serta memimpin operasi di Filipina. Mayet sendiri telah berpengalaman memimpin berbagai proyek global selama di P&G untuk menjadikan riset pasar di masa depan lebih dari sekedar survei tradisional.

“Memanfaatkan basis pengguna Snapcart yang besar dan bertumbuh cepat, memberikan kami kemampuan untuk mempertemukan teknologi, ilmu data dan pemahaman konsumer, sehingga menghasilkan shopper insights yang lebih baik,” ujar Mayeth yang sangat bersemangat untuk membawa kapabilitas ini ke Asia Tenggara.

App Cashback
Snapcart sendiri adalah aplikasi yang memberikan cashback kepada para pelanggan untuk setiap foto struk yang mereka upload, dan memberikan brand sebuah platform untuk berinteraksi dengan pelanggan offline mereka. Selain memberikan brand wawasan perilaku konsumen mereka secara real time, Snapcart juga memberikan brand kesempatan untuk berinteraksi lebih lanjut dengan pelanggan offline mereka melalui pengisian survei dan selfie review. Jumlah pertanyaan survei yang telah dijawab dalam aplikasi sudah melebihi 150.000 pertanyaan, dengan rata-rata 500 pertanyaan terjawab setiap harinya.

Ketika diluncurkan pada awal September, Snapcart secara organik diunduh sebanyak 12.000 kali tanpa aktivitas marketing. Saat ini, traksinya telah secara cepat tumbuh ke lebih dari 150.000 unduhan, dan lebih dari 85.000 pengguna aktif bulanan. Snapcart saat ini sudah tersedia di Google App Store untuk ponsel Android, sementara versi ioS akan segera diluncurkan.

Dan belum lama ini, Snapcart juga memenangkan kompetisi Campaign Innovate yang diselenggarakan oleh Campaign Asia-Pacific dan disponsori oleh Monicom Media Group, suatu acara yang bertujuan untuk memberikan sebuah sarana untuk perusahaan-perusahaan startup di Asia-Pasifik untuk memberikan presentasi kepada brand-brand terbesar di dunia, dengan juri dari perusahaan-perusahaan FMCG multinasional seperti Unilever dan Mondelez. Kemampuan Snapcart untuk menggabungkan unsur hadiah dan bentuk analisis yang baru untuk brand adalah sebuah kombinasi yang sangat baik, yang mendorong Snapcart menjadi pemenang di antara puluhan perusahaan startup di kawasan regional ini.

Waktunya Bertumbuh
Saat ini, rencana jangka panjangpun telah disusun, dimana nantinya tahap pertama akan digunakan untuk pengumpulan data massal. laith Abu Rakty, CTo dari Snapcart menyampaikan, sekarang ini telah lebih dari struk yang diterima setiap harinya, sehingga sistem operasi yang ada harus di upgrade.

“Tahap pertama pengembangan kami lebih difokuskan kepada pengumpulan data massal dan akuisisi pengguna, aktivasi, dan engagement. Sekarang, dengan lebih dari seribu struk yang diterima setiap harinya, kami ingin menyempurnakan sistem otomatisasi dan meng-upgrade aplikasi yang ada. Di Indonesia, ada banyak format struk yang berbeda, bahkan di dalam waralaba ritel yang sama, sehingga menjadikannya lebih sulit untuk diotomatisasi. Ini adalah tantangan yang ingin kami atasi di tahap berikutnya,” ungkap laith.

Sementara untuk jangka pendek, maka Snapcart menargetkan untuk mencapai 1 juta pengunduh dalam waktu kurang dari setahun. “Akuisisi pengguna selalu ada dalam agenda, namun sekarang kami melakukannya dengan cara bermitra dengan perusahaan FMCG dan vertikal lainnya melalui kombinasi kegiatan offline dan pemasaran online. Snapcart berambisi untuk mencapai 1 juta pengunduh dalam waktu kurang dari setahun,” tambah Rey.

Sebelum mendirikan Snapcart, Reynazran menghabiskan 12 tahun di Procter & Gamble dan The boston Consulting Group sebelum memimpin berniaga.com (sekarang bergabung dengan olX.co.id), C2C situs iklan baris terkemuka di Asia Tenggara. Sementara partner-nya laith adalah seorang ahli teknologi dengan lebih dari tujuh tahun pengalaman meluncurkan e-commerce dan platform teknologi, termasuk bobobobo.com, situs belanja mewah dan wisata terkemuka di Indonesia.

Key Facts and Figures Snapcart – As Of January 2016
• Founded in March, 2015
• launched publicly in September,
2015
• Founders: Reynazran Royono , laith
Abu Rakty and Mayeth Condicion
• Headquartered in Jakarta, Indonesia
• Amount of Pre-series A funding:
USD $1,675,000
• 150,000 app downloads
• 85,000 monthly active users (MAU)
• 19 employees
• 35 brand partners
• expansion Plan: Philippines
• Investors: Ardent Capital,
Wavemaker Partners, SPH Media
Fund , Sinar Mas Digital Ventures

 

About admin

Check Also

GRIIA – Ruang Digital Berkumpulnya Profesional di Bidang Bangunan

Sebuah startup berkonsep marketplace yang memungkinkan Anda menemukan para profesional di bidang jasa arsitektur dan pembangunan properti.

Seperti apa rumah idaman Anda? Apakah rumah berkonsep villa dengan arsitektur minimalis? Apa mungkin rumah mewah berlantai tiga dengan desain bak istana? Atau mungkin rumah unik yang sarat dengan arsitektur ramah lingkungan? Well, setiap orang berhasrat mewujudkan rumah impiannya masing-masing. Namun, seringkali mandek atau pun eksekusinya jauh dari harapan, lantaran kurangnya sentuhan tenaga profesional. Terlebih ketika ingin renovasi rumah, Anda pun kebingungan untuk mencari tenaga profesional yang diharapkan. Untuk itulah, Griia hadir dengan menawarkan kemudahan dalam pencarian tenaga profesional di bidang bangunan secara online.

Dalam situs yang dirilis ke publik netizen sejak 23 Februari 2015 lalu itu, kita akan menemukan berbagai profesional yang tepat untuk menangani bangunan, semisal kontraktor, arsitek, interior, landscape, bahkan untuk rancang taman, spesialis listrik, pipa, cat, perbaikan atap, hingga pembasmian hama juga tersedia. Lewat Griia, kita tidak hanya bisa menentukan jasa profesional apa yang kita butuhkan, tetapi juga mampu menyesuaikannya dengan budget yang kita punya.

Situs yang didirikan oleh  Ida Bagus Widnya (Founde r& Chief Operating Officer), Yodie Aryantika (Co-founder & Chief Marketing Office), dan Elly Zulianto (Co-founder & Chief Technical Officer) ini sejatinya tidak hanya dirancang untuk masyarakat dan pasar properti, tetapi juga bagi profesional itu sendiri. Griia menjadi ruang promosi bagi para profesional untuk menampilkan profil usaha dan memperkenalkan hasil karya mereka, sehingga mampu mendongkrak perkembangan bisnis mereka. Hingga saat ini, terdapat 30 tenaga profesional yang telah menayangkan profil dan portfolio mereka di Griia, di mana terdiri dari 10 kontraktor dan 20 arsitek.

“Para profesional, terutama arsitek yang belum terkenal dan kurang berpengalaman, seringkali menghadapi kesulitan dalam mendapatkan klien baru. Hal ini disebabkan, karena adanya kode etik yang melarang mereka untuk mempromosikan diri atau melakukan kegiatan pemasaran, sehingga mereka pun lebih banyak mengandalkan referensi dari orang-orang terdekat, seperti keluarga, teman, sahabat, dll untuk mendapatkan klien. Selain itu, belum banyak profesional yang memanfaatkan website dan internet secara maksimal sebagai media promosi mereka, “ ungkap tim Griia, ketika ditanya motivasi dari pendirian situs tersebut.

Layanan Griia sejatinya baru bisa dinikmati oleh mereka yang tinggal di Bali dan juga tengah dalam pengembangan untuk merambah pasar Jakarta. Di Bali sendiri, masih banyak arsitek dan layanan profesional di bidang pembangunan diperlukan. Ini merunut dari data Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bali yang mencatat adanya permintaan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) yang sebagian besar untuk rumah pribadi dan villa telah mencapai 1000 permintaan per bulan.

Fitur Unggulan

Griia menawarkan beragam fitur layanan. Seperti, sebuah fitur Listing Professional yang memungkinkan para pengguna untuk menelusuri dan menyaring profil para profesional yang mereka butuhkan. Pengguna benar-benar bisa melacak secara detail riwayat profil perusahaan dan portfolio para profesional. Jika tertarik, pengguna bisa langsung membuat penawaran dengan mengirimkan pesan untuk profesional melalui formulir kontak.

Ada pula fitur Job Request yang ditujukan bagi pengguna yang belum sepenuhnya yakin atau bingung untuk menentukan profesional yang ingin mereka hubungi. Setelah pengguna mengisi formulir Job Request, Griia akan segera memberikan rekomendasi 2 sampai 5 profesional yang paling sesuai dengan kriteria dan permintaan pengguna. Fitur job request ini menjadi fitur unggulan Griia setelah fitur listing professional.

Dalam pengembangan berikutnya, Griia berencana mengembangkan beberapa fitur baru, seperti Inspirasi Desain Rumah, Ulasan Karya Arsitek, dan juga sebuah aplikasi mobile. Dalam fitur Inspirasi Desain Rumah, pengunjung dan arsitek muda bisa menggali banyak inspirasi di sana, lewat foto proyek dan desain 3D dari profesional berpengalaman untuk proyek-proyek rumah berikutnya. Sementara itu untuk fitur Ulasan Karya Arsitek nantinya akan berisikan testimoni dan review dari arsitek berpengalaman terhadap karya-karya portfolio arsitek di situs Griia. Ini akan membantu pengunjung untuk mengetahui tentang gaya dan ciri khas masing-masing arsitek.

Griia mengadopis model bisnis berdasarkan komisi dan fee listing dari profesional. “Untuk sistem komisi, setelah Setelah klien menghubung iprofesional melalu iformulir kontak atau job request, Griia akan mengajukan pertanyaan yang lebih rinci tentang proyek dan kebutuhan klien, kemudian memberikan pilihan profesional yang paling cocok dengan anggaran dan kebutuhan klien. Klien harus setuju dengan biaya sebelum Griia merujuk klien bertemu langsung dengan profesional. Jika benar-benar deal, barulah biaya komisi dibayar ke Griia,” ungkap tim Griia. Semenatr aitu untuk fee listing professional, biaya yang dikenakan per bulannya sejumlah Rp 500 ribu dengan masa kontrak 3 bulan. Menariknya Griia juga memberikan masa free trial 2 bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *