Saturday , April 20 2019
Home / Insight / Management -Trainee MT

Management -Trainee MT

Beberapa bulan ini, perusahaan tempat saya bekerja, yaitu BPR Lestari, sedang gencargencarnya campaign soal Management Trainee (MT). Program belajar exclusive yang sudah ada sejak saya bergabung 11 tahun silam ini,

memang benar-benar butuh konsentrasi extra, baik mengembangkan kurikulum pembelajarannya yang harus selalu kekinian hingga menyeleksi orang-orang terpilih lulusan-lulusan terbaik di seluruh Indonesia.

Di sejumlah perusahaan khususnya swasta, semakin banyak yang membuat program serupa. Mereka merekrut lulusanlulusan terbaik, menyeleksinya dengan ketat. Mencari yang good attitude and good values, karena persaingan ketat dan tuntutan performance yang lebih tinggi dari officer lainnya. Program MT diharapkan mampu melahirkan sosok kompetitif yang tidak egois. Apakah sebegitunya kah seorang MT? Super employee banget ya…, berikut sharing saya apa itu Management Trainee secara umum.

1.All Access, All Technique, No Limit

Jika anda melamar sebagai karyawan biasa, atau officer biasa, misalnya sebagai Auditor, Anda tidak istimewa atau tidak bernilai di mata perusahaan seperti si MT, bukan begitu artinya. Namun, lewat media MT ini, kita memiliki akses belajar yang lebih luas dibanding teman-teman lainnya. Semua teknik dan ilmu pun lebih mudah diperoleh karena MT tidak belajar satu bidang secara mengkhusus, seperti ilmu Audit misalnya. Program MT memberi kesempatan bagi kita untuk tahu lebih banyak, mengerti lebih detail dan paham akan konsep.

2.Learn From The Best and Based On Best Practice

Hampir semua perusahaan pasti menyediakan, bahkan memfasilitasi pengembangan karyawannya dengan tutor-tutor terbaik. Berbagai rancang program training disiapkan untuk peningkatan kemampuan nalar dan keterampilan karyawan. Nah, program MT biasanya memfasilitasi lebih dari itu. Kita tidak hanya belajar dari pakar, ahli atau pelaku bisnis langsung seperti Team Leader, Branch Manager, hingga Level Direksi dan Komisaris, tapi kita benar-benar belajar dari orang-orang terbaik di bidangnya dan berdasarkan pengalaman mereka. Teori itu mudah didapat, di internet pun bertebaran, namun kesempatan bertemu, mendengar dan sharing pengalaman dari orang-orang yang sudah “menjadi”, itulah yang tak ternilai. Program MT juga tidak sekadar pembahasan teori semata, biasanya program ini ada masa on the job training alias praktik langsung di berbagai divisi/unit kerja.

3.Special Treatment

Management Trainee memang program yang spesifik dibuat untuk level middle up supervise dengan kata lain memang buat jadi “boss” or manager, so sudah pasti perlakuannya sangat istimewa. Mereka terlibat nyata dalam dunia kerja, harus menjalani berbagai tes, analisis dan studi kasus, tuntutan performance dan kemampuan berpikir yang jauh berbeda dari officer-officer lainnya karena being MT is about Make an Impact. MT bisa menjadi salah satu kendaraan penting bagi perusahaan, saat perusahaan memerlukan masukkan, ide-ide baru, efisiensi proses, or evaluasi lainnya yang berbeda dari kebiasaan perusahaan saat ini. Bukan pula berarti officer biasa tidak punya inisiatif untuk melakukan ini, namun biasanya, sebagai officer yang larut pada pekerjaan sehari-hari, kita sering terlupakan untuk melakukan perubahan bukan.

4.Being A Leader Is Not The Truly Goals, It’s A Gift

Mengapa saya menulis begitu, karena memang untuk berhasil, menjadi seorang pemimpin atau apapun cita-cita kita, bukanlah tujuan atau esensi utama dari Management Trainee Program. Jangan-jangan nanti Anda malah menyalahkan MT program saat tidak berhasil jadi Leader.
Management Trainee adalah tentang proses pemahaman dan kreasi yang melebihi dari karyawan biasa. Keberhasilan Anda lulus dari MT, semua tergantung pada seberapa kuat Anda mendorong diri, memotivasi diri, memantapkan tujuan pribadi untuk berhasil. MT adalah salah satu kesempatan untuk mewujudkan citacita, bahkan ambisi untuk belajar lebih tentang sesuatu, dan menjadi “Leader” adalah hadiah atas kerja keras itu. Jangan sampai kita merasa bahwa ikut MT sudah pasti bisa menjadi seorang “Leader”, ingat, tidak ada yang pasti dalam kehidupan ini kecuali Matahari yang selalu terbit dari arah timur. Seperti kata bapak kita yang sangat menginspirasi, Handry Santryago dalam bukunya yang berjudul

#SHARING :
“Good employess dont only meet the target, they make impact…”  So, let’s make impact!

About admin

Check Also

Raih Target Market dengan Pendekatan Multi Generasi pada Bisnis Travel

Raih target market dengan pendekatan multi generasi pada bisis travel.

Mengetahui siapa target market Anda sangat penting dalam sebuah keberhasilan proses marketing dan sales. Setiap generasi memiliki cara pendekatan yang berbeda agar mereka yang awalnya adalah strangers kemudian bisa Anda konversi menjadi customer atau bahkan promoters bisnis Anda.

Anda mungkin pernah mendengar istilag generasi boomers, generas X dan generasi millenial. Generasi boomers adalah generasi yang lahir antara tahun 1946 sampai dengan 1964, sedangkan generasi X adalah generasi yang lahir antara tahun 1965 sampai dengan 1980. Generasi yang lahir setelah tahun 1980 disebut generasi millennial.

Generasi yang lebih tua biasanya lebih suka datang langsung untuk berbelanja di toko atau perusahaan Anda, sedangkan generasi pertengahan (Gen-X) lebih tech savy dan kalau berbelanja lebih memilih untuk berbelanja lewat website. Generasi millenial sudah lebih familiar berbelanja secara online. Malah sebelum berbelanja, mereka akan membandingkan dan bertanya terlebih dahulu terhadap produk yang ingin dia beli di media sosial atau situs review.

Bagaimana pendekatan pada masing-masing generasi untuk Anda yang memiliki bisnis travel? Berikut ulasannya:

Generasi Boomers

Generasi Boomers adalah orang yang memiliki ciri-ciri berikit ketika memutuskan untuk berbelanja:

  • Loyal terhadap sebuah brand
  • Ingin dilayani secara personal dan memerlukan interaksi dengan manusia
  • Lebih menghargai nilai

Untuk meraih daya beli pasar generasi boomers, Anda harus membuat mereka merasa nyaman dan percaya diri dalam membuat keputusan dalam membeli. Pendekatan dan komunikasi secara personal perlu Anda lakukan. Sebagian besar generasi boomers sudah mengetahui apa yang mereka inginkan dan biasanya jika mereka sudah merasa nyaman dengan Anda, mereka akan sangat mudah untuk loyal kepada brand Anda.

Jika Anda memiliki hotel dengan target market generasi boomers, beberapa dari mereka biasanya masih bepergian dalam rangka bisnis, walaupun ada juga yang travelling untuk rekreasi karena mungkin mendapatkan laba dari bisnisnya.

Generasi X

Ciri-ciri dari generasi X adalah sebagai berikut:

  • Lebih terbiasa menggunakan teknologi
  • Bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja
  • Lebih sosial

Generasi X lebih suka berbelanja melalui website dari brand yang mereka sudah kenal. Jika Anda adalah salah satu orang yang termasuk dari generasi X dan ingin membeli tiket pesawat, apakah Anda akan memilih untuk datang ke kantor travel agent langganan Anda atau cukup memesannya melalui website atau email?

Saya yakin Anda memilih memesan melalui website, meskipun Anda masih memerlukan pendekatan secara personal dengan bertanya beberapa hal detail, tetapi Anda sudah menggunakan teknologi untuk melakukan hal itu.

Generasi X lebih banyak mengalokasikan uangnya untuk traveling daripada generasi boomers. Apalagi mereka yang sedang mendapatkan bonus tahunan atau laba besar dalam bisnisnya. Dalam bekerja, generasi X lebih menyukai ruang-ruang sosial daripada bekerja sendiri dalam ruang kerja. Mereka lebih memilih untuk bekerja di cafe, restaurant, lounge dan tempat-tempat lain yang memungkinkan adanya ruang untuk bersosialisasi.

Untuk mendapatkan target market dari generasi X, Anda harus melengkapi website Anda dengan sistem booking yang memudahkan kelompok generasi X cepat dalam membuat keputusan karena mereka lebih menghargai efisiensi. Selanjutnya pastikan bahwa bisnis Anda memiliki ruang untuk bersosialisasi untuk mereka. Cafe, bar, lounge dan restoran adalah tempat yang sangat tepat untuk leisure travellers. Ingat, efisiensi adalah top priority mereka.

Generasi Millenial

  • Sangat familiar dengan teknologi
  • Lebih sabar dan independent
  • Melakukan research sebelum memutuskan
  • Free Wi-Fi Access

Mereka yang termasuk generasi ini biasanya akan lebih sabar dan sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu mereka akan melakukan research di internet terlebih dahulu. Mereka akan melakukan perbandingan dari berbagai macam pilihan opsi yang ada internet. Mereka adalah kelompok yang tidak terlalu royal dengan brand, tetapi sangat mudah merekomendasikan sebuah brand melalui media sosial jika mereka sudah sangat menyukainya. Jika ingin booking hotel atau tiket pesawat, mereka lebih suka melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Mereka tidak suka bertanya-tanya dulu sebelum membeli. Tetapi mereka lebih suka melakukan research dan melihat review terhadap sesuatu yang mereka inginkan.

Dalam beberapa tahun ke depan, generasi millenial inilah yang akan banyak. Untuk itu Anda harus sudah mulai memikirkan langkah-langkah apa yang seharusnya Anda tentukan agar bisnis Anda tidak kehilangan oppurtunity. Reputasi dan media sosial adalah kunsi Anda jika Anda ingin menargetkan generasi millenial.

Termasuk generasi yang manakah Anda? Saya adalah salah satu generasi millenial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *