Sunday , May 26 2019
Home / Insight / Karakter Desain Era Milenial

Karakter Desain Era Milenial

Akhir tahun kemarin Juventus merilis logo barunya. Awalnya saya juga mengernyitkan dahi, tapi entah bagaimana, belakangan jadi suka, malah terasa banget logo ini kuat karakternya. Lewat dua goresan sederhana, logo ini menuturkan sejarahnya, tetap menggambarkan nama besar si Nyonya Tua, dan nanti jika klub kota Turin ini terus meraih prestasi, logo ini punya aura untuk jadi momok menakutkan buat lawan-lawannya.

Pro kontra soal desain ini terjadi karena perubahannya terlalu drastis, dari yang sebelumnya ‘rame’ ala Zebra, menjadi sangat sederhana. Tapi inilah eranya, karena desain itu soal selera, dan setiap jaman mewakili seleranya masing-masing. Generasi milenial, anak-anak yang praktis, nggak mau ribet, cari solusi cepat dan nggak bertele-tele.

Beda dengan mereka di era industri, yang kalau mau cari solusi, mesti meeting 3 jam dengan perdebatan panjang, yang kadang juga nggak ada hasilnya.

Nick Babich, Adobe desainer, lewat tulisannya The Future is Now: 10 Design Predictions for 2017, berbagi  pandangannya soal karakter desain kedepan. Beberapa diantaranya adalah :

Evolution of Minimalist Design

“Minimalist design aims to address problems for the users through clear visual communication — by focusing more on bringing forth the user content rather than the UI.”

Semakin minimalis, itu sebabnya di properti, juga dikenal dengan istilah minimalis, adopsi ala minimalis desain, selain murah, juga “aman” dipandang.

Ciri paling gampangnya adalah penggunakan garis yang bersih, tanpa stroke atau shadow apalagi gradasi. Umumnya menggunakan warna-warna solid tapi cenderung warna lemah. Di majalah Money&I, kami tetap mempertahankan ciri lay out dan desain dengan pola ini.

Video Becomes King

Vision is said to be the strongest of all human senses. Imagery has long been a staple of user interface design, and its success has slowly paved the way for its natural successor – video. They say a picture paints a thousand words, but a video does that tenfold and there’s a good reason for that — while traditional imagery is static, video is dynamic.

Di tulisan saya sebelumnya, juga dalam blog ini, saya memaparkan hasil kajian tentang sosial media, yang juga menunjukkan prediksi yang sama. Video akan menjadi sarana yang vital kedepannya. Lebih jauh soal ini, cek tulisan saya sebelum artikel ini,

Rich Colours and Dramatic Typography

Rich color tones are already brightening up user interfaces, but vibrant hues will make the interfaces brighter in 2017. Users are going to see a lot more vivid colors palettes, duotones, and bold gradients in UIs come next year.

Persis! Agak girly, narsis, norak dengan warna-warni, tapi itulah ciri generasi ini. Tipe font yang disukai adalah Roboto, Lato, GeoSlab, Rockwell. Tipe-tipe font hand drawing akan ditinggalkan.

 

Tailored Illustrations

For more personality than traditional photography, illustrations are quickly becoming a popular alternative. They create visual language that really captures the tone of voice and personality of a brand or product. Visual language also clarifies messaging by boiling down concepts into easily-understood visuals.

Bagi pekerja media cetak seperti saya, video bukan raja, tapi ilustrasi. Dan betul sekali, ilustrasinya harus sangat personal, di Money&I, waktu paling lama saat mengerjakan lay out, ketika  membuat ilustrasi yang fix dengan artikelnya. Belakangan, kita juga tengah mencoba ekplorasi dengan infografik. Selain di majalah, dalam buku-buku kami pun ilustrasi kian berperan, bahkan dengan beberapa animasi. Animations make illustrations more fun.

 

Long Scrolling and Parallax Technique For Websites

Long or infinite scrolling will become standard for websites. It’s important to mention that scrolling isn’t rebelling against the page by page format, it’s reinventing the navigation: this technique translates well to mobile devices (smaller screens mean more scrolling, and the format works well with touch controls), and it has more potential to engage users (it helps the user quickly scan large amounts of content in a single motion without interruption).

Untuk menjelaskan ini, lihat blog saya ini, yang persis mengadopsi apa yang diprediksi ^_^. Long scroll websites allow users to be taken on a journey.

 

Masih ada lagi beberapa hal menarik yang dibahas Nick Babich, bagi yang masih penasaran kunjungi : https://blogs.adobe.com/creativecloud/the-future-is-now-10-design-predictions-for-2017

About admin

Check Also

Raih Target Market dengan Pendekatan Multi Generasi pada Bisnis Travel

Raih target market dengan pendekatan multi generasi pada bisis travel.

Mengetahui siapa target market Anda sangat penting dalam sebuah keberhasilan proses marketing dan sales. Setiap generasi memiliki cara pendekatan yang berbeda agar mereka yang awalnya adalah strangers kemudian bisa Anda konversi menjadi customer atau bahkan promoters bisnis Anda.

Anda mungkin pernah mendengar istilag generasi boomers, generas X dan generasi millenial. Generasi boomers adalah generasi yang lahir antara tahun 1946 sampai dengan 1964, sedangkan generasi X adalah generasi yang lahir antara tahun 1965 sampai dengan 1980. Generasi yang lahir setelah tahun 1980 disebut generasi millennial.

Generasi yang lebih tua biasanya lebih suka datang langsung untuk berbelanja di toko atau perusahaan Anda, sedangkan generasi pertengahan (Gen-X) lebih tech savy dan kalau berbelanja lebih memilih untuk berbelanja lewat website. Generasi millenial sudah lebih familiar berbelanja secara online. Malah sebelum berbelanja, mereka akan membandingkan dan bertanya terlebih dahulu terhadap produk yang ingin dia beli di media sosial atau situs review.

Bagaimana pendekatan pada masing-masing generasi untuk Anda yang memiliki bisnis travel? Berikut ulasannya:

Generasi Boomers

Generasi Boomers adalah orang yang memiliki ciri-ciri berikit ketika memutuskan untuk berbelanja:

  • Loyal terhadap sebuah brand
  • Ingin dilayani secara personal dan memerlukan interaksi dengan manusia
  • Lebih menghargai nilai

Untuk meraih daya beli pasar generasi boomers, Anda harus membuat mereka merasa nyaman dan percaya diri dalam membuat keputusan dalam membeli. Pendekatan dan komunikasi secara personal perlu Anda lakukan. Sebagian besar generasi boomers sudah mengetahui apa yang mereka inginkan dan biasanya jika mereka sudah merasa nyaman dengan Anda, mereka akan sangat mudah untuk loyal kepada brand Anda.

Jika Anda memiliki hotel dengan target market generasi boomers, beberapa dari mereka biasanya masih bepergian dalam rangka bisnis, walaupun ada juga yang travelling untuk rekreasi karena mungkin mendapatkan laba dari bisnisnya.

Generasi X

Ciri-ciri dari generasi X adalah sebagai berikut:

  • Lebih terbiasa menggunakan teknologi
  • Bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja
  • Lebih sosial

Generasi X lebih suka berbelanja melalui website dari brand yang mereka sudah kenal. Jika Anda adalah salah satu orang yang termasuk dari generasi X dan ingin membeli tiket pesawat, apakah Anda akan memilih untuk datang ke kantor travel agent langganan Anda atau cukup memesannya melalui website atau email?

Saya yakin Anda memilih memesan melalui website, meskipun Anda masih memerlukan pendekatan secara personal dengan bertanya beberapa hal detail, tetapi Anda sudah menggunakan teknologi untuk melakukan hal itu.

Generasi X lebih banyak mengalokasikan uangnya untuk traveling daripada generasi boomers. Apalagi mereka yang sedang mendapatkan bonus tahunan atau laba besar dalam bisnisnya. Dalam bekerja, generasi X lebih menyukai ruang-ruang sosial daripada bekerja sendiri dalam ruang kerja. Mereka lebih memilih untuk bekerja di cafe, restaurant, lounge dan tempat-tempat lain yang memungkinkan adanya ruang untuk bersosialisasi.

Untuk mendapatkan target market dari generasi X, Anda harus melengkapi website Anda dengan sistem booking yang memudahkan kelompok generasi X cepat dalam membuat keputusan karena mereka lebih menghargai efisiensi. Selanjutnya pastikan bahwa bisnis Anda memiliki ruang untuk bersosialisasi untuk mereka. Cafe, bar, lounge dan restoran adalah tempat yang sangat tepat untuk leisure travellers. Ingat, efisiensi adalah top priority mereka.

Generasi Millenial

  • Sangat familiar dengan teknologi
  • Lebih sabar dan independent
  • Melakukan research sebelum memutuskan
  • Free Wi-Fi Access

Mereka yang termasuk generasi ini biasanya akan lebih sabar dan sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu mereka akan melakukan research di internet terlebih dahulu. Mereka akan melakukan perbandingan dari berbagai macam pilihan opsi yang ada internet. Mereka adalah kelompok yang tidak terlalu royal dengan brand, tetapi sangat mudah merekomendasikan sebuah brand melalui media sosial jika mereka sudah sangat menyukainya. Jika ingin booking hotel atau tiket pesawat, mereka lebih suka melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Mereka tidak suka bertanya-tanya dulu sebelum membeli. Tetapi mereka lebih suka melakukan research dan melihat review terhadap sesuatu yang mereka inginkan.

Dalam beberapa tahun ke depan, generasi millenial inilah yang akan banyak. Untuk itu Anda harus sudah mulai memikirkan langkah-langkah apa yang seharusnya Anda tentukan agar bisnis Anda tidak kehilangan oppurtunity. Reputasi dan media sosial adalah kunsi Anda jika Anda ingin menargetkan generasi millenial.

Termasuk generasi yang manakah Anda? Saya adalah salah satu generasi millenial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *