Thursday , October 17 2019
Home / Start Up / Instagram Urung Ubah Tampilan Feed

Instagram Urung Ubah Tampilan Feed

Anda pengguna Instagram? Bersiap-siaplah untuk menerima pembaruan fitur dari sosial media anyar ini. Setelah beberapa waktu lalu mereka memperkenalkan logo barunya, kini rencananya Instagram mengubah tampilan feed yang sebelumnya statis menjadi beberapa kategori. Jika dulu Anda dapat melihat posting dari Instagram dengan urutan kronologi, kini rencananya Instagram mengubah tampilan feed yang semula berdasarkan kronologi menjadi top populer, dan top topic dalam sosial media tersebut. Anda mulai merasa Instagram menjadi seperti Facebook dan Twitter bukan?

Tapi tunggu dulu, setelah dilansir pada tanggal 15 Maret lalu, rencana perubahan feed pada Instagram menuai banyak kecaman dari para pengguna Instagram. Pasalnya memang benar, Instagram adalah satu-satunya sosial media yang menampilkan feed dalam bentuk kronologi. Menurut kebanyakan user, ini adalah ciri khas Instagram yang tidak dimiliki oleh sosial media lainnya. Selain itu, kekecewaan itu muncul karena selama ini banyak akun yang memanfaatkan Instagram untuk berbisnis, seperti endorsement dan sponsor. Selain berbekal konten yang dibuat sekreatif mungkin, mereka juga menganalisis jam-jam tertentu di mana timeline yang sedang ramai pengunjung. Nah, dengan mekanisme feed Instagram yang baru, strategi yang dibuat untuk memanfaatkan prime time sudah tidak berlaku lagi. Ini yang membuat para user Instagram kebakaran jenggot.

Setelah menuai protes yang begitu banyak, akhirnya Instagram mengklarifikasi perubahan feed tersebut dibatalkan. Dikutip dari akun Twitternya pada 28 Maret silam, Instagram berkicau tentang pembatalan perubahan tersebut. “We’re listening and we assure you nothing is changing with your feed right now. We promise to let you know when changes roll out broadly.”
Setelah klarifikasi tersebut ditulis, bukannya membuat para pengguna Instagram ini reda dari kemarahan. Menyusul pengumuman tersebut, banyak pengguna Instagram mengambil alih media sosial Twitter untuk menyerang Instagram dengan hastag #RIPInstagram #boycottInstagram dan yang lainnya sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap Instagram. Jadi serba salah!

About admin

Check Also

GRIIA – Ruang Digital Berkumpulnya Profesional di Bidang Bangunan

Sebuah startup berkonsep marketplace yang memungkinkan Anda menemukan para profesional di bidang jasa arsitektur dan pembangunan properti.

Seperti apa rumah idaman Anda? Apakah rumah berkonsep villa dengan arsitektur minimalis? Apa mungkin rumah mewah berlantai tiga dengan desain bak istana? Atau mungkin rumah unik yang sarat dengan arsitektur ramah lingkungan? Well, setiap orang berhasrat mewujudkan rumah impiannya masing-masing. Namun, seringkali mandek atau pun eksekusinya jauh dari harapan, lantaran kurangnya sentuhan tenaga profesional. Terlebih ketika ingin renovasi rumah, Anda pun kebingungan untuk mencari tenaga profesional yang diharapkan. Untuk itulah, Griia hadir dengan menawarkan kemudahan dalam pencarian tenaga profesional di bidang bangunan secara online.

Dalam situs yang dirilis ke publik netizen sejak 23 Februari 2015 lalu itu, kita akan menemukan berbagai profesional yang tepat untuk menangani bangunan, semisal kontraktor, arsitek, interior, landscape, bahkan untuk rancang taman, spesialis listrik, pipa, cat, perbaikan atap, hingga pembasmian hama juga tersedia. Lewat Griia, kita tidak hanya bisa menentukan jasa profesional apa yang kita butuhkan, tetapi juga mampu menyesuaikannya dengan budget yang kita punya.

Situs yang didirikan oleh  Ida Bagus Widnya (Founde r& Chief Operating Officer), Yodie Aryantika (Co-founder & Chief Marketing Office), dan Elly Zulianto (Co-founder & Chief Technical Officer) ini sejatinya tidak hanya dirancang untuk masyarakat dan pasar properti, tetapi juga bagi profesional itu sendiri. Griia menjadi ruang promosi bagi para profesional untuk menampilkan profil usaha dan memperkenalkan hasil karya mereka, sehingga mampu mendongkrak perkembangan bisnis mereka. Hingga saat ini, terdapat 30 tenaga profesional yang telah menayangkan profil dan portfolio mereka di Griia, di mana terdiri dari 10 kontraktor dan 20 arsitek.

“Para profesional, terutama arsitek yang belum terkenal dan kurang berpengalaman, seringkali menghadapi kesulitan dalam mendapatkan klien baru. Hal ini disebabkan, karena adanya kode etik yang melarang mereka untuk mempromosikan diri atau melakukan kegiatan pemasaran, sehingga mereka pun lebih banyak mengandalkan referensi dari orang-orang terdekat, seperti keluarga, teman, sahabat, dll untuk mendapatkan klien. Selain itu, belum banyak profesional yang memanfaatkan website dan internet secara maksimal sebagai media promosi mereka, “ ungkap tim Griia, ketika ditanya motivasi dari pendirian situs tersebut.

Layanan Griia sejatinya baru bisa dinikmati oleh mereka yang tinggal di Bali dan juga tengah dalam pengembangan untuk merambah pasar Jakarta. Di Bali sendiri, masih banyak arsitek dan layanan profesional di bidang pembangunan diperlukan. Ini merunut dari data Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bali yang mencatat adanya permintaan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) yang sebagian besar untuk rumah pribadi dan villa telah mencapai 1000 permintaan per bulan.

Fitur Unggulan

Griia menawarkan beragam fitur layanan. Seperti, sebuah fitur Listing Professional yang memungkinkan para pengguna untuk menelusuri dan menyaring profil para profesional yang mereka butuhkan. Pengguna benar-benar bisa melacak secara detail riwayat profil perusahaan dan portfolio para profesional. Jika tertarik, pengguna bisa langsung membuat penawaran dengan mengirimkan pesan untuk profesional melalui formulir kontak.

Ada pula fitur Job Request yang ditujukan bagi pengguna yang belum sepenuhnya yakin atau bingung untuk menentukan profesional yang ingin mereka hubungi. Setelah pengguna mengisi formulir Job Request, Griia akan segera memberikan rekomendasi 2 sampai 5 profesional yang paling sesuai dengan kriteria dan permintaan pengguna. Fitur job request ini menjadi fitur unggulan Griia setelah fitur listing professional.

Dalam pengembangan berikutnya, Griia berencana mengembangkan beberapa fitur baru, seperti Inspirasi Desain Rumah, Ulasan Karya Arsitek, dan juga sebuah aplikasi mobile. Dalam fitur Inspirasi Desain Rumah, pengunjung dan arsitek muda bisa menggali banyak inspirasi di sana, lewat foto proyek dan desain 3D dari profesional berpengalaman untuk proyek-proyek rumah berikutnya. Sementara itu untuk fitur Ulasan Karya Arsitek nantinya akan berisikan testimoni dan review dari arsitek berpengalaman terhadap karya-karya portfolio arsitek di situs Griia. Ini akan membantu pengunjung untuk mengetahui tentang gaya dan ciri khas masing-masing arsitek.

Griia mengadopis model bisnis berdasarkan komisi dan fee listing dari profesional. “Untuk sistem komisi, setelah Setelah klien menghubung iprofesional melalu iformulir kontak atau job request, Griia akan mengajukan pertanyaan yang lebih rinci tentang proyek dan kebutuhan klien, kemudian memberikan pilihan profesional yang paling cocok dengan anggaran dan kebutuhan klien. Klien harus setuju dengan biaya sebelum Griia merujuk klien bertemu langsung dengan profesional. Jika benar-benar deal, barulah biaya komisi dibayar ke Griia,” ungkap tim Griia. Semenatr aitu untuk fee listing professional, biaya yang dikenakan per bulannya sejumlah Rp 500 ribu dengan masa kontrak 3 bulan. Menariknya Griia juga memberikan masa free trial 2 bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *