Tuesday , June 25 2019
Home / Insight / Aku ada Dimana?

Aku ada Dimana?

Beberapa bulan lalu, saya bertanya pada seorang teman,”apa targetmu sampai 3 bulan ke depan?” Teman saya itu tidak serta merta lancar menjawabnya, namun selang sebulan, ia menjawabnya.

Begitu menjawab, ya terus terang saja saya kurang sepaham dengan jawabannya, karena tidak menggambarkan sosok sesungguhnya dari teman saya ini. Seperti kata teori, target minimal berisi angka-angka penuh kepastian yang menggambarkan optimisme orang yang mencita-citakannya, serta akan mewujudkan kelak. Sebenarnya, yang namanya target, tak peduli entah kita pegawai biasa, ibu rumah tangga, profesional, office boy, apa pun kita, target tetaplah perlu, seminimal apa pun itu. Targetlah yang membuat kita hidup dalam gairah dan semangat. Lalu, sekarang, kita ada dimana? Kenapa pusing dengan target? Let’s check up!.

Jangan Muluk-muluk, Fit It To Yourself
Tulis saja dan ingat jangan heboh-heboh. Lho, lalu dimana letak semangatnya? Hehe, maksud saya, tulislah yang benar-benar passion Anda, yang memang original inilah the most i want it. Cobalah membuat target 3 bulan Anda,  tuliskan besar-besar di agenda kerja, meja atau tempat manapun yang memastikan kita akan melihatnya setiap hari. Contoh, saya adalah staf unit kerja compliance di tempat saya bekerja saat ini. So, target saya dalam 3 bulan yang saya tetapkan di Januari kemarin adalah:

Action
Ini langkah tersulit sepanjang masa, yaitu action.Target tak akan pernah terwujud jika hanya sekedar goresan pena, perlu langkah nyata untuk bertindak. Contoh, jika Anda seorang pegawai baru, Anda punya target 3 bulan, yaitu ingin punya kenalan baru di kantor, minimal punya teman makan siang lebih dari 1 orang. Well, langkahnya mungkin bisa saja, saat datang ke kantor, berpapasan dengan siapa saja dan say hello. Bukannya jalan menunduk malu khas anak baru. Prinsipnya, kita pasti selalu memulai lebih dulu, tidak mungkin menunggu orang lain yang kick off our start. Setelah aksi, kita perlu konsistensi. Apapun yang kita lakukan tanpa konsisten, tentu kurang maksimal, action + konsisten = hasil

Sabar, Badai Pasti berlalu
Saya mencontek sebuah pesan dari Len Schlesinger, dalam The Global Leadership, “failure doesn’t mean the game is over, its means try again with experience”. Jangan karena orang tak sepaham pada pendapat kita, cara kerja kita, usaha kita, lingkungan kita juga tak memberi support, lantas deklarasi gagal. Jangan pula karena sudah “merasa” mencoba puluhan metode tapi target tak kunjung berstatus “done” dan merasa no way out. Percaya deh, begitu proklamasi apa target kita, seketika Tuhan akan memberi tantangan. Contoh, Anda ingin menjadi seorang manajer tahun 2017, tantangan pertama misalkan sudahkah manajemen mengenal Anda, apa kontribusi pada perusahaan, sudahkah Anda sebagai pribadi mencerminkan value perusahaan? Dan jika perusahaan belum menilai seperti itu, berarti kita harus berusaha lagi, bukan banting setir buat target baru lagi.

Check Up
Ketika target sudah berhasil diraih, bahkan mungkin ada yang outstanding, bukan berarti langkah kita terhenti. Sediakan selalu waktu sedikit untuk mereview pencapaian kita, atau jika belum berhasil apalagi yang bisa dilakukan. Menjaga semangat dan konsistensi jauh lebih sulit daripada mencapai goal kita saat pertama kali menentukan. Jangan lupa untuk selalu mengasah kemampuan atau kompetensi yang dibutuhkan apa pun profesi kita saat ini, karena be an expert semakin dibutuhkan. Persaiangan kerja dan hidup semakin ketat, seperti yang kita lihat, anak-anak muda zaman sekarang sudah mulai berani terjum ke dunia usaha mandiri, mereka Generasi Y, mereka berprinsip “ku tahu yang ku mau”.

Sudah tahu kan Aku ada dimana?
Nah, sudah tahukah ada dimana. Sudah tahukan mau bikin target apa 3 atau 6 atau 12 bulan ke depan? Mau punya tabunganm mau prospek segmen baru, mau coba metode kerja baru, apa saja bisa jadi target. Jangan lupa untuk selalu bersyukur, berdoa dan berterima kasih bahwa kehidupan, tantangan dan keberhasilan kita saat ini adalah peranan Tuhan, teman-teman partner bisnis, pesaing dan seluruh isi lingkungan dimana pun Anda berada.

Your habits are driving your performance, your rituals are creating your results. “ (Robin Sharma)

About admin

Check Also

Raih Target Market dengan Pendekatan Multi Generasi pada Bisnis Travel

Raih target market dengan pendekatan multi generasi pada bisis travel.

Mengetahui siapa target market Anda sangat penting dalam sebuah keberhasilan proses marketing dan sales. Setiap generasi memiliki cara pendekatan yang berbeda agar mereka yang awalnya adalah strangers kemudian bisa Anda konversi menjadi customer atau bahkan promoters bisnis Anda.

Anda mungkin pernah mendengar istilag generasi boomers, generas X dan generasi millenial. Generasi boomers adalah generasi yang lahir antara tahun 1946 sampai dengan 1964, sedangkan generasi X adalah generasi yang lahir antara tahun 1965 sampai dengan 1980. Generasi yang lahir setelah tahun 1980 disebut generasi millennial.

Generasi yang lebih tua biasanya lebih suka datang langsung untuk berbelanja di toko atau perusahaan Anda, sedangkan generasi pertengahan (Gen-X) lebih tech savy dan kalau berbelanja lebih memilih untuk berbelanja lewat website. Generasi millenial sudah lebih familiar berbelanja secara online. Malah sebelum berbelanja, mereka akan membandingkan dan bertanya terlebih dahulu terhadap produk yang ingin dia beli di media sosial atau situs review.

Bagaimana pendekatan pada masing-masing generasi untuk Anda yang memiliki bisnis travel? Berikut ulasannya:

Generasi Boomers

Generasi Boomers adalah orang yang memiliki ciri-ciri berikit ketika memutuskan untuk berbelanja:

  • Loyal terhadap sebuah brand
  • Ingin dilayani secara personal dan memerlukan interaksi dengan manusia
  • Lebih menghargai nilai

Untuk meraih daya beli pasar generasi boomers, Anda harus membuat mereka merasa nyaman dan percaya diri dalam membuat keputusan dalam membeli. Pendekatan dan komunikasi secara personal perlu Anda lakukan. Sebagian besar generasi boomers sudah mengetahui apa yang mereka inginkan dan biasanya jika mereka sudah merasa nyaman dengan Anda, mereka akan sangat mudah untuk loyal kepada brand Anda.

Jika Anda memiliki hotel dengan target market generasi boomers, beberapa dari mereka biasanya masih bepergian dalam rangka bisnis, walaupun ada juga yang travelling untuk rekreasi karena mungkin mendapatkan laba dari bisnisnya.

Generasi X

Ciri-ciri dari generasi X adalah sebagai berikut:

  • Lebih terbiasa menggunakan teknologi
  • Bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja
  • Lebih sosial

Generasi X lebih suka berbelanja melalui website dari brand yang mereka sudah kenal. Jika Anda adalah salah satu orang yang termasuk dari generasi X dan ingin membeli tiket pesawat, apakah Anda akan memilih untuk datang ke kantor travel agent langganan Anda atau cukup memesannya melalui website atau email?

Saya yakin Anda memilih memesan melalui website, meskipun Anda masih memerlukan pendekatan secara personal dengan bertanya beberapa hal detail, tetapi Anda sudah menggunakan teknologi untuk melakukan hal itu.

Generasi X lebih banyak mengalokasikan uangnya untuk traveling daripada generasi boomers. Apalagi mereka yang sedang mendapatkan bonus tahunan atau laba besar dalam bisnisnya. Dalam bekerja, generasi X lebih menyukai ruang-ruang sosial daripada bekerja sendiri dalam ruang kerja. Mereka lebih memilih untuk bekerja di cafe, restaurant, lounge dan tempat-tempat lain yang memungkinkan adanya ruang untuk bersosialisasi.

Untuk mendapatkan target market dari generasi X, Anda harus melengkapi website Anda dengan sistem booking yang memudahkan kelompok generasi X cepat dalam membuat keputusan karena mereka lebih menghargai efisiensi. Selanjutnya pastikan bahwa bisnis Anda memiliki ruang untuk bersosialisasi untuk mereka. Cafe, bar, lounge dan restoran adalah tempat yang sangat tepat untuk leisure travellers. Ingat, efisiensi adalah top priority mereka.

Generasi Millenial

  • Sangat familiar dengan teknologi
  • Lebih sabar dan independent
  • Melakukan research sebelum memutuskan
  • Free Wi-Fi Access

Mereka yang termasuk generasi ini biasanya akan lebih sabar dan sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu mereka akan melakukan research di internet terlebih dahulu. Mereka akan melakukan perbandingan dari berbagai macam pilihan opsi yang ada internet. Mereka adalah kelompok yang tidak terlalu royal dengan brand, tetapi sangat mudah merekomendasikan sebuah brand melalui media sosial jika mereka sudah sangat menyukainya. Jika ingin booking hotel atau tiket pesawat, mereka lebih suka melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Mereka tidak suka bertanya-tanya dulu sebelum membeli. Tetapi mereka lebih suka melakukan research dan melihat review terhadap sesuatu yang mereka inginkan.

Dalam beberapa tahun ke depan, generasi millenial inilah yang akan banyak. Untuk itu Anda harus sudah mulai memikirkan langkah-langkah apa yang seharusnya Anda tentukan agar bisnis Anda tidak kehilangan oppurtunity. Reputasi dan media sosial adalah kunsi Anda jika Anda ingin menargetkan generasi millenial.

Termasuk generasi yang manakah Anda? Saya adalah salah satu generasi millenial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *