Thursday , October 17 2019
Home / Insight / 16% Anak-Anak Muda Berbisnis Di Platform Digital

16% Anak-Anak Muda Berbisnis Di Platform Digital

Ketika melakukan kajian untuk topik utama pada edisi ini, tim redaksi majalah Money&I mendata ratusan nama narasumber, para pebisnis muda yang berhasil dalam karir mereka.

Dimana salah satu kriteria kami untuk menjadikan seseorang sebagai narasumber adalah keberhasilannya dalam merintis karir yang ditekuni. Hasil tabulasi data menunjukkan kecendrungan profes yang ditekuni oleh anak-anak muda, dimana hasilnya adalah :

Dari 100 anak-anak muda narasumber tersebut, 19% diantaranya berkarir dalam bidang usaha kecil kreatif, beberapa diantaranya industri rumahan dengan berbagai produk, mulai dari fashion seperti tas dan sepatu atau  merchandise. Bedanya dengan cara dulu adalah pada sistem pemasarannya, mereka menggunakan online sebagai saluran ditribusinya. Dulunya tidak banyak dari mereka yang berani masuk dalam industri ini, alasannya karena harus mengeluarkan modal besar untuk menyewa kios, namun dengansaluran digital yang nyaris gratis, maka kian banyak yang berkecimpung dan menuai sukses.

Diposisi kedua, sebanyak 16% berprofesi sebagai Apps developer (game ataupun software aplikasi lainnya), website, App Analyst atau Social Media Strategist. Kecuali website developer, lainnya adalah profesi yang belum ada 10 tahun silam.

  • Menariknya diperingkat 4, sebanyak 11% anak-anak muda memilih untuk berprofesi sebagai pengajar atau pembimbing. Bukan sebagai guru akademik tentunya, tapi sebagai advisor, beberapa ada yang memang mengambil peran sebagaimana motivator pada umumnya, namun ada pula yang punya profesi yang berbeda. Financial Planner misalnya, profesi ini dipopulerkan oleh Safir Senduk di Indonesia, kemudian ada nama-nama seperti Prita Hapsari, Ligwina Hananto atau Ahmad Ghazali dari generasi yang lebih muda. Bahkan ada satu yang cukup unik, yakni Career Coach. Profesi ini di deklarasikan oleh Rene Suhardono, yang ini mengawali karirnya dengan bekerja di sebuah bank swasta. Pernah menjadi partner di Amrop Indonesia, perusahaan business advisors dan executive search sejak tahun 1996. Namun aksinya justru dimulai pada Januari 2017, ketika dirinya menggagas sebuah program yang menuai sukses di radio swasta berjudul Career Coach.
  • Profesi yang belakangan juga mulai banyak dicari adalah menjadi Chef, ini bahkan diakui oleh beberapa rekan yang mengelola sekolah Tata Boga. Mereka menyampaikan, sejak ada acara kompetisi memasak di televisi, pendaftar ke jurusan Tatat Boga peminatnya terus bertambah. Acara televisi memberikan pengaruh pada banyak anak-anak muda yang ingin terjun menjadi tukang masak. Persepsinya pun sudah berubah, sekarang Chef termasuk profesi elite, yang keren, padahal 15-20 tahun yang lalu, menjadi koki bukanlah profesi yang dilihat dengan persepsi seperti saat ini.
  • Ada pula profesi sebagai komika atau stand up comedian, yang dimulai populer 5 tahun terakhir, ini juga tumbuh dengan pesat sejak adanya kompetisi stand up comedy di televisi. Ada 3%an narasumber kami yang berprofesi di jalur ini.
  • Sementara profesi penulis blog, yang dulunya tidak terlihat menjanjikan, sekarang sudah mulai menunjukkan hasil finansial yang nyata. Jika dikelola dengan benar, menjadi blogger bisa menghasilkan penghasilan yang tidak sedikit. Sebanyak 4% narasumber kami berkecimpung pada profesi ini.
  • Sisanya adalah profesi Kreator yang sudah ada sejak lama, seperti fotografer, musisi atau yang bergelut dalam usaha kecil dan industri konvensional.

About admin

Check Also

Raih Target Market dengan Pendekatan Multi Generasi pada Bisnis Travel

Raih target market dengan pendekatan multi generasi pada bisis travel.

Mengetahui siapa target market Anda sangat penting dalam sebuah keberhasilan proses marketing dan sales. Setiap generasi memiliki cara pendekatan yang berbeda agar mereka yang awalnya adalah strangers kemudian bisa Anda konversi menjadi customer atau bahkan promoters bisnis Anda.

Anda mungkin pernah mendengar istilag generasi boomers, generas X dan generasi millenial. Generasi boomers adalah generasi yang lahir antara tahun 1946 sampai dengan 1964, sedangkan generasi X adalah generasi yang lahir antara tahun 1965 sampai dengan 1980. Generasi yang lahir setelah tahun 1980 disebut generasi millennial.

Generasi yang lebih tua biasanya lebih suka datang langsung untuk berbelanja di toko atau perusahaan Anda, sedangkan generasi pertengahan (Gen-X) lebih tech savy dan kalau berbelanja lebih memilih untuk berbelanja lewat website. Generasi millenial sudah lebih familiar berbelanja secara online. Malah sebelum berbelanja, mereka akan membandingkan dan bertanya terlebih dahulu terhadap produk yang ingin dia beli di media sosial atau situs review.

Bagaimana pendekatan pada masing-masing generasi untuk Anda yang memiliki bisnis travel? Berikut ulasannya:

Generasi Boomers

Generasi Boomers adalah orang yang memiliki ciri-ciri berikit ketika memutuskan untuk berbelanja:

  • Loyal terhadap sebuah brand
  • Ingin dilayani secara personal dan memerlukan interaksi dengan manusia
  • Lebih menghargai nilai

Untuk meraih daya beli pasar generasi boomers, Anda harus membuat mereka merasa nyaman dan percaya diri dalam membuat keputusan dalam membeli. Pendekatan dan komunikasi secara personal perlu Anda lakukan. Sebagian besar generasi boomers sudah mengetahui apa yang mereka inginkan dan biasanya jika mereka sudah merasa nyaman dengan Anda, mereka akan sangat mudah untuk loyal kepada brand Anda.

Jika Anda memiliki hotel dengan target market generasi boomers, beberapa dari mereka biasanya masih bepergian dalam rangka bisnis, walaupun ada juga yang travelling untuk rekreasi karena mungkin mendapatkan laba dari bisnisnya.

Generasi X

Ciri-ciri dari generasi X adalah sebagai berikut:

  • Lebih terbiasa menggunakan teknologi
  • Bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja
  • Lebih sosial

Generasi X lebih suka berbelanja melalui website dari brand yang mereka sudah kenal. Jika Anda adalah salah satu orang yang termasuk dari generasi X dan ingin membeli tiket pesawat, apakah Anda akan memilih untuk datang ke kantor travel agent langganan Anda atau cukup memesannya melalui website atau email?

Saya yakin Anda memilih memesan melalui website, meskipun Anda masih memerlukan pendekatan secara personal dengan bertanya beberapa hal detail, tetapi Anda sudah menggunakan teknologi untuk melakukan hal itu.

Generasi X lebih banyak mengalokasikan uangnya untuk traveling daripada generasi boomers. Apalagi mereka yang sedang mendapatkan bonus tahunan atau laba besar dalam bisnisnya. Dalam bekerja, generasi X lebih menyukai ruang-ruang sosial daripada bekerja sendiri dalam ruang kerja. Mereka lebih memilih untuk bekerja di cafe, restaurant, lounge dan tempat-tempat lain yang memungkinkan adanya ruang untuk bersosialisasi.

Untuk mendapatkan target market dari generasi X, Anda harus melengkapi website Anda dengan sistem booking yang memudahkan kelompok generasi X cepat dalam membuat keputusan karena mereka lebih menghargai efisiensi. Selanjutnya pastikan bahwa bisnis Anda memiliki ruang untuk bersosialisasi untuk mereka. Cafe, bar, lounge dan restoran adalah tempat yang sangat tepat untuk leisure travellers. Ingat, efisiensi adalah top priority mereka.

Generasi Millenial

  • Sangat familiar dengan teknologi
  • Lebih sabar dan independent
  • Melakukan research sebelum memutuskan
  • Free Wi-Fi Access

Mereka yang termasuk generasi ini biasanya akan lebih sabar dan sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu mereka akan melakukan research di internet terlebih dahulu. Mereka akan melakukan perbandingan dari berbagai macam pilihan opsi yang ada internet. Mereka adalah kelompok yang tidak terlalu royal dengan brand, tetapi sangat mudah merekomendasikan sebuah brand melalui media sosial jika mereka sudah sangat menyukainya. Jika ingin booking hotel atau tiket pesawat, mereka lebih suka melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Mereka tidak suka bertanya-tanya dulu sebelum membeli. Tetapi mereka lebih suka melakukan research dan melihat review terhadap sesuatu yang mereka inginkan.

Dalam beberapa tahun ke depan, generasi millenial inilah yang akan banyak. Untuk itu Anda harus sudah mulai memikirkan langkah-langkah apa yang seharusnya Anda tentukan agar bisnis Anda tidak kehilangan oppurtunity. Reputasi dan media sosial adalah kunsi Anda jika Anda ingin menargetkan generasi millenial.

Termasuk generasi yang manakah Anda? Saya adalah salah satu generasi millenial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *